Tuesday, May 5, 2015

CONTOH PROGRAM KEGIATAN EKSTRA KURIKULER BOLA VOLY

Kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran di sekolah. Biasanya program ekstra kurikuler termasuk program pengembangan diri. Kegiatannya terjadwal misalnya 1 atau 2 kali seminggu. Misalnya hari selasa dan hari sabtu. Jam kegiatan setelah jam pelajaran selesai umpamanya jam 14.00 atau jam 16.00 sampai selesai. 

Materi yang diajarkan terjadwal seperti halnya  program pembelajaran di dalam kelas, misalnya pada pertemuan ke-1 latihan passing bawah, pertemuan ke-2 servis bawah, pertemuan ke-3 latihan smash, dan seterusnya. Program ekstra kurikuler diadakan di setiap sekolah tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat para siswa. Setelah kemampuan siswa dikembangkan diharapkan mereka dapat bersaing untuk berprestasi di acara-acara perlombaan yang diadakan setiap tahun baik oleh pemerintah maupun swasta. 

Berikut ini contoh program kegiatan ekstra kurikuler bola voly. Program ini hanya sekedar contoh, anda dapat memodifikasi sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam belajar bola voly.

Contoh PROGRAM kegiatan EKSTRA KURIKULER BOLA VOLY

NO
MATERI KEGIATAN
BULAN
MINGGU KE
KETERANGAN
1
Latihan fisik atau senam
Juli
Ke-1
Terlaksana
2
Latihan Passing Bawah
Juli
Ke-2
Terlaksana
3
Latihan Service
Juli
Ke-3
Terlaksana
4
Latihan Strategi
Juli
Ke-4
Terlaksana
5
Latihan Pertandingan
Agustus
Ke-1
Terlaksana
6
Latihan senam bola
Agustus
Ke-2
Terlaksana
7
Latihan memukul bola
Agustus
Ke-3
Terlaksana
8
Latihan meloncat
Agustus
Ke-4
Terlaksana
9
Latihan drill bola
September
Ke-1
Terlaksana
10
Latihan penempatan bola
September
Ke-2
Terlaksana
11
Latihan kerja sama
September
Ke-3
Terlaksana
12
Latihan fisik
September
Ke-4
Terlaksana
13
Latihan servis bawah
Oktober
Ke-1
Terlaksana
14
Latihan servis atas
Oktober
Ke-2
Terlaksana
15
Latihan passing atas
Oktober
Ke-3
Terlaksana
16
Latihan smash
Oktober
Ke-4
Terlaksana
17
Latihan kecepatan
November
Ke-1
Terlaksana
18
Latihan kekompakan
November
Ke-2
Terlaksana
19
Latihan kegesitan
November
Ke-3
Terlaksana
20
Latihan variasi smash
November
Ke-4
Terlaksana
21
Latihan smash semi
Desember
Ke-1
Terlaksana
22
Latihan passing berjalan
Desember
Ke-2
Terlaksana
23
Latihan smash arah bola
Januari
Ke-1
Terlaksana
24
Latihan tipuan smash
Januari
Ke-2
Terlaksana
25
Latihan blocking
Januari
Ke-3
Belum Terlaksana
26
Latihan mengcover bola smash
Pebruari
Ke-1
Belum Terlaksana
27
Latihan pertandingan
Pebruari
Ke-2
Belum Terlaksana
28
Latihan Lari
Pebruari
Ke-3
Belum Terlaksana
29
Latihan Ketahanan
Pebruari
Ke-4
Belum Terlaksana
30
Latihan Passing
Maret
Ke-1
Belum Terlaksana
31
Latihan Smash
Maret
Ke-2
Belum Terlaksana
32
Latihan Smash Variasi
Maret
Ke-3
Belum Terlaksana
33
Latihan smash tipuan
Maret
Ke-4
Belum Terlaksana
34
Latihan Pertandingan
April
Ke-1
Belum Terlaksana
35
Latihan Pertandingan Persahabatan
April
Ke-2
Belum Terlaksana
36
Latihan passing bawah
April
Ke-3
Belum Terlaksana
37
Latihan Passing bawah
April
Ke-4
Belum Terlaksana
38
Latihan kegesitan
Mei
Ke-1
Belum Terlaksana
39
Latihan variasi smash
Mei
Ke-2
Belum Terlaksana
40
Latihan smash semi
Mei
Ke-3
Belum Terlaksana
41
Latihan passing berjalan
Mei
Ke-4
Belum Terlaksana
42
Latihan smash tipuan
Juni
Ke-1
Belum Terlaksana
43
Latihan Pertandingan
Juni
Ke-2
Belum Terlaksana

Saturday, May 2, 2015

Sistem Pertandingan Kompetisi

No comments     
categories: 
Pertandingan sistem kompetisi  adalah sistem pertandingan yang mempertemukan setiap peserta pertandingan secara lengkap. Setiap peserta harus bertanding dengan peserta yang lainnya. Misalnya jumlah peserta ada 10 peserta, maka setiap peserta mulai dari nomor satu harus pertanding dengan peserta nomor dua, tiga, sampai peserta nomor sepuluh. Mereka bersaing untuk mengumpulkan nilai terbanyak untuk dapat maju ke putaran pertandingan berikutnya.

Sistem kompetisi dibagi menjadi dua yaitu sistem kompetisi penuh dan setengah kompetisi. Dalam kompetisi penuh setiap peserta berpeluang untuk menguji kekuatan semua lawan yang dihadapinya. Dalam kompetisi penuh (double round-robin), setiap peserta akan bertemu dengan peserta lainnya dua kali, istem kompetisi penuh dipakai dalam banyak kompetisi liga olahraga penting, seperti sepak bola dan bola basket. Sistem setengah kompetisi biasanya dipakai dalam suatu babak penyisihan suatu turnamen, yang sering kali dilanjutkan dengan sistem gugur.

Dalam sistem pertandingan kompetisi semua peserta bertandingan satu sama lainnya. Dengan demikian setiap peserta yang ikut akan merasa puas, karena bila dalam pertandingan pertama kalah,  masih bisa memperbaiki dalam pertandingan berikutnya, dia tidak langsung tereliminasi. Tetapi masih ada kesempatan untuk mengumpulkan nilai dan mendapatkan ranking hasil pertandingan berikutnya.

Jadwal Pertandingan Sistem Kompetisi


Tgl
Regu
Tempat
1 agust
A : B

2 agust
A : C

3 agust
A : D

4 agust
A : E

5 agust
A : F

6 agust
A : G

7 agust
A : H

8 agust
A : I

9 agust
A : J

10 agust
A : K


A : L












Bagan pertandingan kompetisi
Jumlah pertandingan pada system pertandingan setengah kompetisi disusun dengan rumus sebagai berikut : [N ( N – 1 )]/2
Dengan N = Jumlah peserta
Contoh :
Apabila terdapat 5 peserta maka bagan setengah kompetisi dapat dibuat sebagai berikut.
A lawan B – C – D – E = 4 pertandingan
B lawan C – D – E = 3 pertandingan
C lawan D – E = 2 pertandingan
D lawan E = 1 pertandingan

Jumlah pertandingan seluruhnya menjadi 10 Pertandingan
Pertandingan Sistem Kompetisi

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sistem kompetisi;

1. jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak
2. apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata
3. apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional
4. apabila ingin mengetahui rengking secara keseluruhan
5. kondisi alam, biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi

Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan dengan
menggunakan sistem kompetisi.

1.) jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1
2.) jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n - 1
3.) jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )
4.) untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan :
rumusnya = ½ x n ( n – 1 )

Untuk menetukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi dapat
dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu :
- cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang
- cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya
- cabang olahraga yang ada hasilnya draw
Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari:
- nilai terbanyak
- selisih gol antara memasukan dan kemasukan
- gol terbanyak
- adu finalty, diundi, dan play off

Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh peserta, maka langkah
selanjutnya adalah:
- membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta
- mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta
- menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara

Friday, May 1, 2015

Memahami Sistem Gugur Dalam Pertandingan Olahraga

No comments     
categories: 
Ada beberapa macam sistem pertandingan yang terdapat dalam kejuaraan olahraga. Diantaranya sistem gugur, sistem kompetisi, dan sistem setengah kompetisi. Dalam sistem gugur juga masih dibagi menjadi beberapa macam sistem yang tentunya dipakai menurut kesepakatan panitia yang mengadakan kejuaraan atau turnamen.

pengertian kejuaraan sistem gugur adalah format pelaksanaan pertandingan dimana yang kalah tidak dapat mengikuti babak pertandingan selanjutnya. dan yang menang melawan yang menang. Peserta yang kalah langsung keluar dari turnamen sehingga dalam putaran selanjutnya tidak berhak lagi mengikuti pertandingan. Sitem ini disebut juga dengan sistem singgle elimination. Sebagai contoh seorang pemain bulu tangkis atau sebuah regu sepak bola yang telah kalah pada babak penyisihan maka dia tidak boleh lagi mengikuti pertandingan pada putaran selanjutnya. Sebaliknya seorang pemain atau sebuah regu yang menang, dia terus melanjutkan pertandingan ke putaran selanjutnya melawan yang menang, sampai pada babak pertandingan terakhir untuk menentukan juara ke satu dan juara ke dua. Juara ke tiga dan ke empat mungkin juga akan dipertandingkan sesuai dengan kebutuhan.

Ciri-ciri pertandingan sistem gugur antara lain:

1. Peserta yang kalah langsung tereliminasi tidak boleh lagi mengikuti pada putaran pertandingan selanjutnya
2. Peserta yang menjadi pemenang melanjutkan pertandingan melawan pemenang
3. Peserta yang tidak pernah kalah menjadi juara satu
4. Peserta yang menjadi juara dua adalah peserta yang dikalahkan oleh juara pertama dalam pertandingan final
5. Peserta yang menjadi juara tiga adalah peserta yang kalah dalam pertandingan semi final melawan juara pertama dan bertanding melawan peserta yang kalah dalam semi final melawan juara dua. Dalam pertandingan antar kedua peserta yang kalah dalam semi final, yang menjadi pemenang adalah yang menjadi juara tiga.

Contoh bagan pertandingan sistem gugur

1. Sistem gugur tunggal


Sistem gugur tunggal

Ciri-ciri:

1. Setiap peserta yang kalah satu kali tidak boleh bertanding di pertandingan berikutnya
2. Hanya berlaku jika jumlah peserta menunjukkan bilangan genap misalnya 2,4 6 8 10 dan seterusnya.
3. Dalam pertandingan final hanya terdapat 2 perserta

2. Sistem Gugur Dengan Bye

Sistem gugur dengan bye diterapkan jika peserta pertandingan jumlahnya ganjil, misalnya 7, 11, 13, dan seterusnya. Bagan pertandingan sistem gugur dengan bye dapat anda lihat di bawah ini:

Sistem Gugur Dengan Bye
3. Sistem gugur tunggal dengan ronde pendahuluan

Sistem gugur tunggal dengan ronde pendahuluan

Digunakan apabila jumlah peserta berada lebih dekat ke bawah angka 2 berpangkat
Contoh jumlah peserta: 11 (dekat dengan 8 yang merupakan hasil 2 pangkat 4), 5 (dekat dengan 4 yang merupakan hasil 2 pangkat 2)

Ketentuan pokok penempatan pertandingan pada ronde pendahuluan:

  • Bila hanya satu ditempatkan pada setengah bagan bagian atas
  • Bila genap maka dibagi rata
  • Bila lebih dari 2 tetapi ganjil maka setengah bagan bagian atas melakukan satu pertandingan lebih banyak

4. Sistem gugur dengan ronde antara

 Sistem gugur dengan ronde antara


Dalam sistem gugur dengan  ronde antara terletak pada bagan di antara ronde 1 dan ronde 2

5. Sistem gugur tunggal dengan seeded

Sistem gugur tunggal dengan seeded


pertandingan sistem gugur seeded adalah bagan pertandingan yang menyediakan pilihan tempat  bagi peserta unggulan agar mereka tidak saling bertemu di babak awal. Tujuannya adalah mengurangi kelemahan sistem gugur, peserta seeded diharapkan bertemu pada ronde terakhir.

Cara menentukan peserta yang berhak atas seeded:

  • Dilihat dari prestasi kejuaaraan sebelumnya
  • Dipilih dari peserta yang menonjol pada kejuaaran sebelumnya
  • Dilihat dari prestasi kejuaraan-kejuaaraan yang pernah diikuti

Jumlah seeded yang boleh digunakan:

  • 8 peserta maksimal 2 seeded
  • 16 peserta maksimal 4 seeded
  • 32 peserta maksimal 8 seedeed, dst
  • Rumusnya: n : 4 = jumlah seeded, dimana n adalah jumlah peserta
  • Peserta seeded ditempatkan secara merata dan adil pada bagan bagian atas dan bawah