Showing posts with label B Konsep Kebugaran Jasmani. Show all posts
Showing posts with label B Konsep Kebugaran Jasmani. Show all posts

Wednesday, April 19, 2017

Pengertian Senam Aerobic

Gerakan Senam Aerobik

MATERI LENGKAP SENAM AEROBIK

Senam aerobik merupakan salah satu bentuk latihan kebugaran jasmani yang melibatkan aktivitas berirama, terstruktur, dan berkesinambungan. Tujuannya adalah meningkatkan fungsi kardiovaskular, membakar kalori, serta menjaga kebugaran tubuh.


1. Sejarah Senam Aerobik

Senam aerobik mulai dikenal pada tahun 1960-an ketika seorang dokter Angkatan Udara Amerika Serikat bernama Dr. Kenneth H. Cooper memperkenalkan konsep latihan “aerobics”. Ia menekankan pentingnya latihan jangka panjang dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru.

Pada tahun 1970–1980, senam aerobik berkembang pesat berkat tokoh seperti Jane Fonda yang memperkenalkan latihan aerobik dalam bentuk video. Sejak itu, aerobik menjadi aktivitas populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia.


2. Pengertian Senam Aerobik

Senam aerobik adalah bentuk latihan fisik yang dilakukan dengan gerakan ritmis, menggunakan musik sebagai pengiring, serta dilakukan secara terus-menerus untuk meningkatkan fungsi sistem pernapasan dan peredaran darah.


3. Manfaat Senam Aerobik

  • Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru
  • Membakar lemak dan kalori
  • Meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot
  • Meningkatkan stamina dan energi tubuh
  • Meningkatkan mood dan mengurangi stres

4. Jenis-Jenis Senam Aerobik

  • High Impact Aerobic: Gerakan intensitas tinggi dengan lompatan.
  • Low Impact Aerobic: Gerakan tanpa lompatan, cocok untuk pemula.
  • Dance Aerobic: Menggabungkan gerakan tari dengan aerobik.
  • Step Aerobic: Menggunakan alat step board.
  • Sport Aerobic: Kombinasi gerak cepat dan atraktif, biasa untuk lomba.

5. Struktur Gerakan dalam Senam Aerobik

A. Pemanasan (Warm Up)

Durasi 5–10 menit untuk menyiapkan tubuh.

  • Neck stretching
  • Shoulder roll
  • Side step ringan
  • Arms swing

B. Gerakan Inti (Core Movement)

Durasi 20–30 menit dengan intensitas sesuai kemampuan.

  • Marching
  • Knee lift
  • Kick front
  • Grapevine
  • Jumping jack (untuk high impact)

C. Pendinginan (Cool Down)

Durasi 5–10 menit untuk menurunkan detak jantung.

  • Deep breathing
  • Stretching otot kaki
  • Stretching lengan dan tubuh bagian atas

6. Contoh Latihan Senam Aerobik 15 Menit

  1. March di tempat – 1 menit
  2. Side step – 2 menit
  3. Knee lift – 2 menit
  4. Grapevine – 3 menit
  5. Kick front – 2 menit
  6. Jogging ringan – 2 menit
  7. Stretching – 3 menit

7. Tips Berlatih Aerobik

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan dapat menyerap keringat.
  • Minum air yang cukup sebelum dan sesudah latihan.
  • Mulai dari intensitas rendah jika pemula.
  • Gunakan musik dengan beat 120–140 BPM.
  • Konsisten minimal 3x seminggu.

Penutup

Senam aerobik adalah olahraga yang menyenangkan, mudah dilakukan, dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Dengan memahami sejarah, teknik, dan jenis-jenisnya, Anda dapat melakukan latihan secara lebih efektif dan aman. Selamat berolahraga!

Saturday, October 17, 2015

Gerakan Dan Sikap Back Up

Back up adalah latihan otot perut dan otot punggung dengan cara posisi awal tidur tengkurap, kaki merapat, kedua tangan dirapatkan di depan dagu. Kemudian angkat tubuh bagian depan ke atas, sehingga dada tidak menyentuh lantai. Kemudian kemabali ke posisi semula. Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang.

Gerakan Dan Sikap Back Up


Manfaat latihan back up adalah membantu melatih otot pinggang, otot pantat dan otot paha bawah. Bagi pemain bola voly, bulu tangkis, tenis, dan olahraga lain yang memerlukan kekuatan otot pinggang yang kuat, latihan back up dapat menjadi latihan penunjang. Misalnya saja seorang atlet bola voly yang sering melakukan loncatan smash, dia memerlukan kekuatan otot pinggang yang baik. Untuk menghasilkan loncatan yang maksimal diperlukan otot paha dan otot pinggang yang kuat. Apalagi pada saat akan memukul bola, gerakan tubuh mulai dari bagian pinggang akan condong ke belakang. Jika tidak ditunjang dengan latihan otot pinggang yaitu back up maka akan menyebabkan perut dan otot pinggang akan terasa sakit.

Cara Melakukan Gerakan Back Up  :

  1. Sikap awal tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang
  2. Posisi badan dan kaki harus lurus, kedua siku ditekuk dan ujung tangan memegang pelipis kanan dan kiri.
  3. Angkatlah dada dan kepala keatas
  4. Turunkan badan, sehingga posisinya kembali seperti posisi semula.
  5. Lakukanlah berulang ulang sesuai kemampuan anda.

Latihan back up termasuk salah satu bentuk latihan kebugaran jasmani. Latihan yang lain adalah latihan kekuatan otot perut yaitu baring duduk, latihan kekuatan otot lengan, latihan kekuatan otot tungkai dan latihan keseimbangan.

Saturday, April 4, 2015

Nilai- Nilai Yang Terkandung Dalam Olahraga Pencak Silat

Pencak silat adalah ilmu bela diri asli Indonesia. Pencak silat adalah salah satu seni budaya warisan nenek moyang atau leluhur bangsa Indonesia. Olahraga pencak silat mengandung unsur-unsur nilai  ketrampilan, budi pekerti, pembentukan kepribadian yang kuat dan semangat kebangsaan dan patriotisme yang tinggi terhadap negara republik Indonesia. Semangat itu berguna untuk membentuk dan membina manusia pembangunan yang diperlukan oleh masyarakat.

Dalam olahraga pencak silat juga dikembangkan pembinaan hidup sehat, kebugaran jasmani, pembentukan sikap dan kepribadian, kemampuan berinisiatif dan kemampuan mengambil keputusan. Pencak silat sebagai seni bela diri berguna untuk melindungi diri atau mempertahankan diri dari bahaya yang mengancam jiwanya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga pencak silat adalah:

1. Nilai olahraga

Pencak silat dapat dijadikan sarana untuk olahraga mengembangkan kebugaran jasmani. Kegiatan dan gerakan-gerakannya semuanya mengandung unsur olahraga. Karena dalam pencak silat itu sendiri yang dibutuhkan juga kesehatan, kekuatan, ketahanan, kecepatan, dan kelincahan. Melakukan latihan pencak silat termasuk melatih kebugaran jasmani.

2. Nilai Seni Budaya

Pencak silat adalah warisan leluhur bangsa indonesia. Pencak silat mengajarkan seseorang untuk menjadi manusia beradap yang mengedepankan kepedulian kepada orang lain. Olahraga pencak silat juga dipandang sebagai suatu seni untuk membela diri namun tetap menghargai dan menghormati lawan. Pencak silat adalah termasuk kekayaan seni dan kebudayaan bangsa indonesia.

3. Nilai bela diri

Olahraga pencak silat bertujuan untuk melatih diri dan membekali diri dengan kemampuan beladiri. Pencak silat juga memupuk sikap keberanian seseorang untuk menghadapi lawan. Memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan gerakan-gerakan khusus untuk membela diri dan berprestasi.

4. Nilai Spiritual

Dalam olahraga pencak silat ditanamkan sikap percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap taat beragama, berbudi pekerti luhur, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Sikap saling tolong menolong dalam kebaikan, Sikap jujur, Sikap bijaksana, tulus dan iklas dalam beramal.

5. Nilai Persaudaraan

Semua manusia adalah makhuk Tuhan Yang Maha Esa, Pada hakikatnya semua manusia adalah saudara, anak cucu Adam. Perintah Tuhan kepada manusia adalah agar saling berbuat baik, termasuk saling bersaudara antar sesama manusia dan saling tolong menolong.

Nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga pencak silat yang lain adalah:

1. Kesehatan dan kebugaran;
2. Membangkitkan rasa percaya diri;
3. Melatih ketahanan mental;
4. Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
5. Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
6. Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.

Thursday, March 26, 2015

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Atlet Olahraga

Pengertian Percaya diri

Percaya diri dapat diartikan suatu kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan yang terbaik. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.

Banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi atlet olahraga yang akan melakukan pertandingan. Misalnya menanamkan keyakinan akan peluang untuk mendapatkan kemenangan. Namun hal itu harus disertai dengan persiapan sebelum melakukan pertandingan. Seorang atlet yang sudah melakukan persiapan dengan latihan-latihan secara maksimal sebelum melakukan pertandingan akan mempunyai rasa percaya diri yang lebih tinggi dari pada yang melakukan latihan namun kurang maksimal. Tapi apapun persiapan yang sudah dilakukan hendaknya tidak mengurangi rasa percaya diri seorang atlet atau pemain pertandingan. Karena factor mental mempunyai peranan yang sangat penting dalam memenangkan pertandingan. Merasa kurang percaya diri menyebabkan seorang atlet dapat mengalami grogi saat bertanding dan itu sangat berpengaruh terhadap kemampuan yang ia miliki.

Ada beberapa cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri atlet, antara lain:

1. Berpikir positif

Berpikir positif dapat meningkatkan mentalitas seorang atlet dalam arena pertandingan.. Kemampuan menemukan makna dari tiap peluang, event, situasi, serta orang yang dihadapi adalah cara untuk menimbulkan pikiran positif. Sering terdengar bahwa seorang atlet bulu tangkis atau sebuah tim bola basket secara tidak terduga bisa memenangkan pertandingan padahal targetnya adalah berusaha main sebaik mungkin. Alasannya, karena lawannya bagus dan pertandingan ini jadi moment penting untuk meng up grade­ kualitas diri dan permainannya. Artinya, sang atlet mampu melihat sisi lain yang membuat dirinya tidak terbebani ambisi. Pikiran rileks dan focus pada permainan berkualitas akhirnya mempengaruhi sikap atlet tersebut saat bertanding dimana ia jadi berhati-hati dan cermat dalam proses, dan tidak sembarangan tergesa-gesa ingin cepat-cepat mencetak skor.

Inilah nilai tambah pikiran positif bisa menggerakkan motivasi yang tepat, sehingga mengeluarkan besaran energi dan tekanan yang tepat untuk menghasilkan tindakan konstruktif. Dampaknya bisa beragam, bisa kerja sama yang baik dan performance yang optimum.

2. Motivasi

Sumber motivasi dan tingkat motivasi sangat mempengaruhi seorang atlet. Misalnya motivasi karena ditonton oleh sang pejabat atau Presiden. Ditonton oleh para pendukung yang fanatic. Semua dapat menjadi motivasi tersendiri dari para atlet. Namun motivasi yang terbaik adalah yang dating dari diri sendiri. Motivasi yang baik tidak terpengaruh situasi apalagi iming-iming hadiah. Atlet yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, maka sejak awal berlatih dia sudah secara konsisten dan persisten mengusahakan yang terbaik. Kepuasannya terletak pada keberhasilannya untuk mencapai yang terbaik di setiap tahap proses latihan, bukan hanya saat bertanding. Masalah yang ada pasti punya pengaruh, namun selama motivasi internalnya kuat, atlet tersebut mampu untuk sementara waktu menyingkirkan beban emosi yang dirasa memperberat gerakannya.


3. Sasaran yang jelas

Mengetahui sejauh mana dan setinggi apa sasaran yang harus dicapai, mempengaruhi tingkat daya juang, usaha dan kualitas tempur atlet. Sementara, ketidakpastian bisa melemahkan motivasi. Ketidakpastian ini bentuknya beragam. Kalau tidak jelas siapa musuhnya, sasarannya, medan perangnya, tingkat kesulitannya, targetnya, waktunya, akan membuat sang atlet kebingungan dan energi nya juga tidak fokus, strategi nya pun tidak spesifik dan standar kualitas nya jadi tidak bisa ditentukan, bisa terlalu rendah bisa juga terlalu tinggi. Dalam keadaan membingungkan seperti ini, atlet jadi sangat rentan terhadap masalah.


4. Pengendalian emosi

Ketidakmampuan mengendalikan emosi bisa mengganggu konsentrasi dan keseimbangan fisiologis. Pengendalian emosi tidak bisa muncul dalam semalam, karena sudah menjadi bagian dari kepribadian atlet. Hal ini bukan berarti tak bisa dirubah, namun perlu proses untuk mengembangkan kemampuan mengelola emosi dengan proporsional. Jadi, kalau atlet tersebut masih punya masalah dalam pengendalian emosi, maka dia lebih mudah terstimulasi oleh berbagai masalah apapun bentuknya, entah itu kelakuan penonton / supporter, sikap pelatih, tindakan teman-temannya, dsb.

5. Daya tahan terhadap stress

Jika tingkat stres berada di atas ambang kemampuan sang atlet dalam memanage stresnya maka akan mengakibatkan prestasi atlet menurun, namun jika tingkat stres berada dibawah ambang maka atlet tidak akan termotivasi untuk berprestasi. Jika tingkat stres berada pada level toleransi kemampuannya maka atlet akan mampu berprestasi.

5. Rasa percaya diri

Kurangnya rasa percaya diri akan mempengaruhi keyakinan dan daya juang sang atlet. Masalah yang muncul saat berlatih maupun bertanding bisa saja memperlemah rasa percaya dirinya, meski sang atlet sudah berlatih dengan baik. Apalagi jika masalah yang dihadapi berkaitan dengan konsep dirinya. Misalnya, sang atlet selalu memandang dirinya kurang baik, kurang sempurna, maka seruan "uuuuuu" penonton bisa dianggap konfirmasi atas kekurangan dirinya, meskipun pada kenyataannya atlet tersebut tergolong berprestasi.

6. Daya konsentrasi

Atlet yang punya kemampuan konsentrasi tinggi, cenderung mampu mempertahankan performance meski ada gangguan, interupsi atau masalah. Kalau daya konsetrasi atlet rendah, maka ia mudah melakukan kesalahan jikalau terjadi interupsi baik saat latihan maupun pertandingan.

7. Kemampuan evaluasi diri

Kemampuan evaluasi ini juga diperlukan untuk melihat hubungan antara masalah dengan performance-nya. Tanpa kemampuan untuk melihat ke dalam, atlet akan terjebak dalam masalah dan kesalahan yang berulang.

8. Minat

Jika si atlet memang memiliki minat yang tinggi pada cabang olahraga yang dipilihnya maka ia akan melakukan olahraga tersebut sebagai suatu kesenangan bukan sebagai beban.

9. Kecerdasan (emosional dan intelektual)

Kecerdasan emosional dan intelektual merupakan elemen yang dapat memproduksi kemampuan berpikir logis, obyektif, rasional serta memampukannya mengambil hikmah yang bijak atas peristiwa apapun yang dialami atau siapapun yang dihadapi.

Faktor motivasi dalam menanamkan rasa percaya diri atlet adalah menjadi tanggung jawab bagi setiap atlet dan bukan semata-mata tanggung jawab pelatih karena justru faktor tersebut berkaitan erat dengan dunia internal sang atlet. Keberadaan pelatih sangat penting, namun kemauan dan usaha keras pihak atlet lebih menentukan tingkat keberhasilan maupun prestasinya. Inisiatif untuk memperbaiki diri atau mengembangkan sikap mental positif lebih terletak pada atlet dari pada pelatih. Walau bagaimana pun, perubahan yang dipaksakan dari luar, hasilnya tidak akan efektif, malah bisa menimbulkan masalah yang serius.

Cara Mengenali Potensi Diri

Potensi diriadalah  kemampuan , kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang ada dalam diri seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.
Berdasarkan pengertian di atas potensi merupakan daya yang dimiliki oleh setiap manusia. Hanya saja, daya itu belum terwujud atau belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi diri sangat berhubungan erat dengan cipta, rasa, dan karsa yang dimiliki seseorang.

Macam-macam potensi diri:

Potensi yang ada pada diri sendiri dapat dikatakan sebagai bakat yang terpendam. Potensi yang kita miliki biasanya dapat kita kenali dengan cara melihat apa yang kita sukai. Ada bermacam-macam potensi dalam diri seseorang, antara lain:

a. Potensi fisik (psychomotoric) Potensi fisik adalah potensi yang berhubungan dengan kemampuan gerak seseorang. Potensi fisik dapat dipergunakan untuk melakukan gerakan-gerakan misalnya berolahraga dan untuk berbagai kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup. Setiap potensi fisik yang dimiliki manusia mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Misalnya: kaki untuk berjalan, mulut untuk berbicara, telinga untuk mendengar dan lain sebagainya.

b. Potensi mental intelektual (intellectual quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada dalam otak manusia. Potensi ini berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, menghitung dan lain sebagainya.

c. Potensi emosional (emotional quotient), adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (otak belahan kanan). Potensi berfungsi untuk mengendalikan marah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri dan lain sebagainya.

d. Potensi mental spiritual (spiritual quotient), adalah potensi kecerdasan dalam diri sendiri yang berhubungan dengan kearifan di luar jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai tetapi menemukan nilai. Spiritual quotient dapat terbentuk melalui pendidikan agama formal.

e. Potensi Ketahanmalangan (adversity quotient), adalah potensi kesadaran manusia yang bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang. Adversity quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan sebagai penghalang menjadi peluang.

Cara Mengenali Potensi Diri

Kita dapat mengenali potensi yang ada pada diri kita dengan dua factor. Yang pertama adalah factor intern dan yang kedua adalah factor ekstern. Bagaiamana cara mengenali potensi diri-sendiri dari factor intern ? Berikut beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengenali potensi diri dari factor intern kita:
1.       Memiliki informasi yang lengkap tentang diri kita sendiri.
2.       Mengenali dan mengetahui apa yang kita sukai, karena potensi dan bakat yang kita miliki adalah sesuatu yang kita sukai.
3.       Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,

Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri kita sendiri:

Cara mengenali potensi diri dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :

1.       Kita perlu menguji coba kemampuan diri kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
2.       Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

Cara Mengembangkan potensi diri

Jika kita sudah bahwa setiap orang mempunyai potensi dan kemampuan yang terpendam dalam diri, selanjutnya adalah kita harus berupaya mengembangkannya agar potensi dan kemampuan diri kita dapat berkembang secara maksimal. Ada beberapa hal yang musti kita lakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah:

1.       Berkerja keras untuk mengembangkan potensi secara obyektif dan realistis.
2.       Jika kita sudah mengenali bakat dan kemampuan kita maka Sering-sering latihan untuk mengembangkan potensi diri
3.       Berikap obyektif atau realistis dengan kemampuan yang kita miliki, artinya kita jangan melebih-lebihkan atau mengurangi apa yang telah menjadi kenyataan tentang apa yang kita miliki.
4.       Bersikap dan berlaku jujur

5.       Bersikap proportional dengan kemampuan yang kita miliki